Secciones
Referencias
Resumen
Servicios
Descargas
HTML
ePub
PDF
Buscar
Fuente


Pembentukan Kelompok Sebaya sebagai Upaya Mencegah HIV/AIDS pada Remaja
Formation of Peer Groups as an Effort to Prevent HIV/AIDS in Adolescents
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, p. 1, 2023
Poltekkes Kemenkes Kendari

Article

Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat
Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
ISSN: 2776-5628
ISSN-e: 2776-5628
Periodicity: Bianual
vol. 3, no. 1, 2023

Received: 04 December 2022

Accepted: 29 March 2023

Funding

Funding source: Poltekkes Kemenkes Jayapura

Contract number: PK.01.01/4.4/227/2022

Corresponding author: fachry2380@gmail.com

Authors retain the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).

This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

Ringkasan: Sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja, khususnya pada siswa SMA, maka dianggap penting untuk melakukan pendekatan menggunakan strategi edukasi melalui kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMU Kota Jayapura pada pada kelompok remaja siswa pendidikan menengah. Pengabmas dilakukan pada Agustus 2022 dengan melakukan edukasi dan pelatihan tentang penyakit HIV/AIDS menggunakan buku saku berbahasa daerah Papua dan pembentukan kelompok sebaya. Hasil kegiatan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi dan pendidikan pada peserta Pengabmas.

Kata kunci: Kelompok sebaya, HIV/AIDS, Remaja.

Abstract: As part of efforts to prevent HIV/AIDS among adolescents, especially high school students, it is considered important to approach using educational strategies through peer groups. This community service activity was carried out at Jayapura City High School in a group of teenage secondary education students. Community Service was carried out in August 2022 by conducting education and training on HIV/AIDS using pocket books in the Papuan language and forming peer groups. The results of the activities were measured using a knowledge questionnaire. There are differences in knowledge before and after providing education and education to community service participants.

Keywords: Peer groups, HIV/AIDS, Adolescents.

PENDAHULUAN

Angka kejadian kasus infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) dan infeksi jangka panjangnya, Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) terus meningkat, dan terutama pada anak dan remaja. Masalah HIV di Provinsi Papua, Indonesia berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, pada triwulan I 2019 terdapat 40,805 kasus infeksi HIV/AIDS dengan infeksi HIV 15,935, dan AIDS 24,870 (Dinas Kesehatan Provinsi Papua, 2020).

Sebagai upaya promotif dan preventif masalah HIV/AIDS pada klaster anak dan remaja, digunakan pendekatan kelompok sebaya. Berdasarkan panduan teknis yang diterbitkan oleh Badan kesehatan dunia, pelibatan sebaya sebagai agen dalam pelaksanaan layanan kesehatan merupakan strategi utama (World Health Organization (WHO), 2019).

Penelitian terdahulu tentang pelibatan sebaya dalam mencegah penyakit HIV/AIDS dilakukan oleh Visser (2007), bahwa aspek kesehatan mental, dan kontrol diri merupakan pondasi yang dapat dibangun melalui kelompok sebaya. Berdasarkan hasil penelitian tentang penggunaan media buku saku berbahasa lokal Papua (Lestari & Amal, 2022) yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit HIV/AIDS.

METODE

Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada bulan Agustus 2022. Partisipan Pengabmas adalah siswa pendidikan menengah di salah satu SMU Kota Jayapura, total peserta berjumlah 25 orang.

Tahapan Pengabmas dengan pelatihan dan edukasi kesehatan menggunakan buku saku (Lestari & Amal, 2022). Peserta dibagi ke dalam 5 kelompok yang masing-masing terdiri atas 5 orang. Sesi pelatihan berlangsung selama tiga hari, dengan total jam tatapmuka pembelajaran adalah 9 jam. Selama pelatihan, selain penyampaian materi, terdapat simulasi cara edukasi kepada sejawat yang dilakukan oleh peserta.

Pada tahap akhir pelatihan, peserta dibagi kembali ke dalam 2 kelompok besar dan diberi tugas untuk mempresentasikan materi yang secara bebas disusun oleh setiap kelompok.

Digunakan indikator pengetahuan untuk mengukur keberhasilan pelatihan dan edukasi peserta. Terdapat kuesioner yang diujikan pada sebelum dan setelah edukasi kesehatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peserta pelatihan terdiri atas siswa yang berasal dari kelas X, XI, dan XII. Pengelompokan tidak digabungkan antar siswa berbeda kelas, sehingga terdapat 2 kelompok pada kelas X, 1 kelompok pada kelas XI, dan 2 kelompok pada kelas XII.


Gambar 1
Dokumentasi Pelaksanaan Pengabmas
DOI: https://doi.org/10.36990/jippm.v3i1.748.g813

Pelibatan remaja dalam aktivitas promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam proses pengambilan keputusan yang akan kembali kepada mereka sendiri. Dikatakan oleh Aceves-Martins et al. (2019) bahwa keikutsertaan remaja pada berbagai aktivitas seperti aktivitas kelompok, layanan kesehatan, dan penyusunan kebijakan akan berdampak terhadap perbaikan kondisi kesehatan dan mencegah penyakit. Hasil penelitian Kose et al. (2021) bahwa dalam konteks penyakit HIV/AIDS dapat dilakukan peningkatan kapasitas di tingkat sekolah dengan topik edukasi stigma dan kesehatan reproduksi, perawatan penyakit HIV, kerjasama dengan pusat kesehatan masyarakat untuk meningkatkan cakupan pelayanan HIV/AIDS, dan dukungan psikososial.

Keterkaitan antara pelibatan remaja dalam seluruh proses promosi kesehatan selain diupayakan melalui sekolah, termasuk di pusat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang difokuskan yang terpusat kepada upaya pencegahan dan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Terdapat program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang mulai tahun 2018 diatur secara terstrukur oleh Pemerintah (Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2018).

Sebagai peningkatan kesehatan remaja, berbagai penelitian mengkonfirmasi bahwa domain pengetahuan adalah aspek yang penting untuk diupayakan. Kumbani et al. (2023) melalui penelitiannya bahwa aktivitas kelompok secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan HIV.

Tabel 1
Pengetahuan Peserta tentang Pencegahan HIV/AIDS Sebelum dan Setelah Edukasi dan Pelatihan

DOI: https://doi.org/10.36990/jippm.v3i1.748.g814

Hasil Pengabmas ini menunjukkan bahwa domain pengetahuan mengalami peningkatan setelah edukasi dan pelatihan (Tabel 1). Kegiatan yang difokuskan di sekolah (Gambar 1).

Peningkatan pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu upaya pencegahan dan perbaikan kesehatan remaja. Pada umumnya kelompok remaja, baik yang tergabung dengan program pemerintah melalui PKPR maupun yang tidak, masih tetap memerlukan kontrol dan monitor untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik (Fiolita & Widyawati, 2016).

KESIMPULAN

Implikasi

Telah terbentuk kelompok sebaya yang memberikan informasi dan edukasi pencegahan HIV/AIDS.

Kekurangan

Efektivitas kelompok sebaya dalam memberikan informasi dan edukasi pencegahan HIV/AIDS tidak dievaluasi.

Mengakui

Para penulis mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Kepala Sekolah SMU Yapis Nimbokrang beserta dengan seluruh jajarannya, dan Seluruh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Aceves-Martins, M., Aleman-Diaz, A. Y., Giralt, M., & Solà, R. (2019). Involving young people in health promotion, research and policy-making: Practical recommendations. International Journal for Quality in Health Care, 31(2), 147–153. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzy113

Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Papua 2019 [unpublished document].

Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2018). Buku Pedoman Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Kementerian Kesehatan.

Fiolita, R. E. & Widyawati. (2016). Efektivitas Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Remaja di Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul [Undergraduate Thesis, Universitas Gadjah Mada]. http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/98212

Kose, J., Lenz, C., Akuno, J., Kiiru, F., Odionyi, J. J., Otieno-Masaba, R., Okoth, E. A., Woelk, G., Leselewa, S., Fraaij, P. L., & Rakhmanina, N. (2021). Supporting adolescents living with HIV within boarding schools in Kenya. PLOS ONE, 16(12), e0260278. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0260278

Kumbani, L. C., Jere, D. L., Banda, C. K., Chang, C., Liu, L., McCreary, L. L., Patil, C. L., & Norr, K. F. (2023). A peer group intervention implemented by community volunteers increased HIV prevention knowledge. BMC Public Health, 23(1), 301. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14715-3

Lestari, M., & Amal, F. (2022). Buku Saku Berdialek Papua sebagai Media Edukasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Remaja. Jurnal Kesehatan, 15(2), 133–138.

Visser, M. (2007). HIV/AIDS prevention through peer education and support in secondary schools in South Africa. SAHARA-J: Journal of Social Aspects of HIV/AIDS, 4(3), 678–694. https://doi.org/10.1080/17290376.2007.9724891

World Health Organization (WHO). (2019). Adolescent friendly health services for adolescents living with HIV: from theory to practice. Technical Brief. World Health Organization.

Catatan kaki

Editor Akademis: Anik Suwarni (Universitas Sahid Surakarta, INDONESIA).
Pernyataan Konflik Kepentingan: Para penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dengan pihak manapun.
Kontribusi Penulis: ML (Konseptualisasi, Metodologi); FA (Penyiapan naskah - draft, Penyiapan naskah - reviu & pengeditan); ERVP (Penyiapan naskah - draft).
Catatan Penerbit: Poltekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim atas perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan.

Author notes

fachry2380@gmail.com



Buscar:
Ir a la Página
IR
Non-profit publishing model to preserve the academic and open nature of scientific communication
Scientific article viewer generated from XML JATS4R